Tokoh Yang Mempersatukan Umat Islam Setelah Perpecahan
SEJARAH DAN TOKOH ISLAM

Tokoh Yang Mempersatukan Umat Islam Setelah Perpecahan

Alomuslim.com – Fitnah benar-benar telah merubah sejarah Islam, dari kegemilangan menuju kehancuran. Bahkan hal tersebut terjadi diantara orang-orang terbaik dari generasi Islam, yakni para sahabat. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan pendidikan keimanan langsung dari sumbernya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Pertempuran yang terjadi antar sahabat bukan karena ingin memperebutkan kekuasaan, tetapi hanya karena kesalahpahaman dalam menanggapi sebuah permasalah hukum syariat. Perselisihan berawal ketika Ali radhiallahu anhu yang pada waktu itu dibaiat untuk menjadi pemimpin kaum muslimin, mempunyai pemikiran untuk mengambalikan situasi keamaan di Madinah dan juga keselamatan kaum muslimin dari para pemberontak, yang telah membunuh Utsman bin Affan radhiallahu anhu.

Tetapi di lain pihak, Aisyah radhiallahu anha meminta Ali untuk segera menebus darah Utsman atas para pelakunya. Demikian juga dengan Muawiyah radhiallahu anhu, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Utsman. Dia menuntut segera bagi pelaku pembunuhan Utsman dijatuhi hukuman.

Perbedaan pendapat terus meruncing, hingga situasi tersebut dimanfaatkan oleh sebagian orang munafik, yang ikut menyebarkan fitnah agar terjadi perpecahan di tubuh umat Islam. Maka akhirnya terjadilah apa yang diinginkan oleh orang-orang munafik, peperangan terjadi antar sesama kaum muslimin dalam perang Jamal dan perang Shiffin.

Dalam kedua perang tersebut, telah menumpahkan darah ribuan kaum muslimin. Hingga akhirnya muncul satu tokoh, yang pernah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kabarkan melalui lisannya yang mulia, bahwa dialah yang akan mendamaikan dua kelompok orang-orang Islam yang berperang. Dia adalah cucu kesayangan Rasulullah, Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu. 

Dari Abu Bakrah radhiallahu anhu, dia berkata :

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi was sallam  berkhutbah diatas mimbar dengan Al Hasan bin Ali yang berada disampingnya. Sesekali Rasulullah menebarkan pandangannya kepada para sahabat dan kepada al Hasan. Beliau bersabda, ‘Anak (cucu)ku inilah yang akan menjadi seorang pembesar dan niscaya Allah menjadikan dirinya sebagai sebab bagi perdamaian antara dua kelompok orang-orang Islam (yang sedang bertikai)’.” (HR. Bukhari no. 3746)

Hal itu menjadi kenyataan, dan itulah bukti mukjizat dari kenabian Muhammad shallallahu alaihi was sallam.

Referensi : Ensiklopedi Akhir Zaman, Dr. Muhammad Ahmad al-Mubayyadh (Granada Mediatama : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *