transaksi online
DASAR ISLAM, TRANSAKSI KEUANGAN

Haramkah Transaksi Online Dengan Cara Top Up Saldo Atau Dompet Virtual ?

Alomuslim.com – Saat ini sistem transaksi banyak yang tidak lagi menggunakan pembayaran dengan uang tunai. Beberapa contoh diantaranya pembayaran tol, tiket kereta api, transportasi bus dan beberapa model transaksi online, seperti belanja di market place, transportasi ojek, taksi dan juga jasa titip belanja dari aplikasi khusus serta yang lainnya.

Cara transaksi jual beli seperti ini belum ada pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, sehingga para ulama ataupun ahli ilmu agama kontemporer berijtihad (melakukan usaha untuk menentukan hukum sebuah perkara) dengan menyandarkan beberapa dalil yang relevan dengan permasalahan tersebut.

[irp posts=”3039″ name=”Hukum Transaksi Titip Belanja Secara Online”]

Dalam perkara belanja dengan menggunakan Dompet Virtual yang harus di Top Up, sehingga pembeli atau pengguna jasa tidak harus membayar secara tunai, para ahli ilmu agama berbeda pendapat dalam hal ini. Contoh penggunaan Dompet Virtual ini seperti ; e-Toll, e-Money, Go-Pay, Grab Pay atau menggunakan nama-nama lain pada masing-masing market place.

Diantara para ahli ilmu ada yang mengharamkan model transaksi seperti ini, mereka beralasan karena transaksi dengan cara melakukan deposit atau top up ke dalam Dompet Virtual hukumnya dapat disamakan dengan transaksi titip uang. Transaksi titip uang juga dapat disamakan maknanya dengan memberikan pinjaman. Dalam perkara transaksi seperti ini seringkali mengandung riba.

Unsur ribanya terjadi ketika seorang pembeli atau pengguna jasa mendapatkan potongan harga khusus karena menggunakan saldo dari dompet virtualnya. Dalam syariat Islam, seseorang yang memberikan pinjaman tidak boleh mengambil manfaat atau keuntungan dari yang ia pinjamkan.

Namun, ada pula ahli ilmu yang membolehkan transaksi ini. Mereka berpendapat bahwa transaksi dengan cara seperti ini bisa di disamakan maknanya dengan akad salam dalam jual beli Islam. Dimana transaksi uang dibayarkan tunai dengan melakukan top up, sementara barang atau manfaat/layanan menyusul dalam beberapa waktu setelahnya.

Ini jelas permasalahan yang terdapat perbedaan dalam ijtihadiyah, sehingga umat diperbolehkan untuk memilih pendapat yang merasa yakin kepadanya, tanpa harus menyalah-nyalahkan pendapat yang lainnya.

[irp posts=”2965″ name=”Halalkah Transaksi Dropshipping ?”]

Wallahu a’lam.

Referensi : Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA & Ustadz Ammi Nur Baits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *