virus corona
KEIMANAN, SERBA-SERBI

Ujian Dari Allah Itu Bernama Corona

Kepanikan sedang melanda sebagian besar warga Indonesia, terutama di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bandung dan kota-kota lainnya. Media sosial dan televisipun ikut-ikutan ramai membicarakannya. Hal itu disebabkan oleh wabah Virus Corona yang mulai menyebar ditengah-tengah masyarakat.

Spontan hal tersebut membuat kehidupan bertetangga dan bermasyarakat yang sebelumnya tenang dan nyaman, kini menjadi terusik. Kecurigaan mulai muncul dalam pikiran setiap orang ketika melihat ada orang lain yang memiliki gejala-gejala terserang virus Corona. Sehingga mereka memandang orang lain penuh dengan kecurigaan sebab mereka tidak ingin terinfeksi oleh virus yang telah merenggut ribuan nyawa di seluruh dunia ini.

Kondisi ekonomi dan politik di negeri ini-pun menjadi sedikit goyah. Kepanikan warga membuat mereka beramai-ramai memborong alat pelindung diri, seperti masker, cairan pencuci tangan hingga bahan-bahan makanan. Kondisi ini kemudian sedikit memicu ketidakstabilan ekonomi, sebab harga-harga barang tersebut menjadi mahal di pasaran dan sebagian lagi menghilang dari pasaran karena kehabisan stok. Namun yang sangat disayangkan, ada sebagian oknum pedagang yang memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan dengan menimbun barang-barang kebutuhan masyarakat melindungi diri dari virus tersebut. Sehingga hal ini justru sangat merugikan bagi masyarakat yang sangat membutuhkannya.

Masyarakat-pun mulai melakukan protes kepada pemerintah, baik kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang terdampak. Masyarakat menilai pihak pemerintah tidak siap dalam menangani penyebaran virus corona ini. Sehingga masyarakat khawatir kalau mereka akan terdampak oleh virus corona cepat atau lambat. Tetapi tidak sedikit juga masyarakat yang menganggap kejadian wabah virus corona ini sebagai hal yang biasa saja. Sehingga mereka tidak perlu panik atau khawatir untuk melakukan tindakan pencegahan yang berlebihan.

Bagi sebagian besar umat Islam, mereka menganggap bahwa wabah virus corona ini merupakan sebuah ujian dari Allah bagi penduduk negeri ini. Apakah benar demikian? Apakah benar virus Corona diturunkan Allah ke negeri ini untuk menguji umat Islam?

Baca juga : Hikmah Di Balik Musibah Dan Bencana

Musibah Adalah Ujian

Kita mendapati hari ini para ustadz dan dai memberikan ceramah di mimbar-mimbar dakwah untuk menanggapi penyebaran virus corona ini. Mereka memperingati umat Islam agar tidak perlu khawatir atau panik menanggapi situasi yang terjadi saat ini. Umat Islam diseru untuk kembali kepada Allah, dengan pasrah dan tawakkal atas apa yang terjadi. Sebab segala sesuatu yang terjadi atas diri seseorang maupun disekitarnya, baik itu nikmat atau musibah, tidak lepas dari kehendak Allah. Allah berfirman :

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”  (QS. At-Taghabun: 11)

Jadi sebaiknya umat Islam tidak perlu berfikir yang aneh-aneh atau merasa takut akan terdampak oleh penyebaran virus corona ini. Sebab ada sebagian orang yang menganggap bahwa virus corona sengaja disebarkan oleh pihak tertentu untuk menyerang suatu negara. Maka sebaiknya kita pasrahkan situasi ini pada Allah, sebab tidak ada satupun yang mampu mendatangkan bahaya pada diri kita tanpa izin dari Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bersabda ;

وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.” (HR. Tirmidzi, dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih).

Dan dalam sebuah riwayat lain, ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda ;

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Allah telah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim, no. 2653)

 

Semoga Allah menjaga kita dari segala musibah dan penyakit berbahaya, serta menyembuhkan saudara-saudara kita yang terdampak virus corona. Amiin Allahumma amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *