Umar Bin Abdul Aziz
SEJARAH DAN TOKOH ISLAM

Umar Bin Abdul Aziz, Sang Teladan Bagi Para Pemimpin

Alomuslim.com – Namanya adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam bin Abil Ash bin Umaiyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf. Umar bin Abdul Aziz masih memiliki garis keturunan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, melalui jalur ibunya.

Adapun neneknya dari jalur ibu, yakni Jamilah, adalah seorang gadis penjual susu yang kisahnya cukup dikenal oleh kaum muslimin, karena tidak mau menuruti perintah ibunya untuk mencampur susu dengan air. Pada saat itu Umar bin Khaththab mendengar langsung kejujurannya dan kemudian ia langsung menikahkan dengan anaknya, Ashim.

Umar bin Abdul Aziz disebutkan memiliki akhlak dan fostur tubuh yang bagus, akal yang sempurna, perilaku yang baik, politik yang bersih, berlaku adil, memiliki keluasan ilmu agama, ahli dan cerdas dalam memahami masalah dan selalu mengatakan yang benar meskipun sedikit yang mendukung dan banyak yang membencinya.

Umar bin Abdul Aziz merupakan sosok pemimpin yang ideal, karena memiliki ilmu agama yang luas dan juga memiliki kemampuan memimpin serta politik yang sangat baik. Ia layak untuk dijadikan teladan bagi para pemimpin muslim hari ini, melalui untaian kisah-kisah penuh hikmah dalam kekuasaannya serta kerendahan hatinya terhadap rakyatnya.

Diantara salah satu sikapnya yang bisa dijadikan teladan adalah Umar melarang seseorang untuk berdiri ketika melihatnya datang atau untuk sekedar menghormatinya. Umar berkata, ‘Wahai sekalian manusia, jika kalian berdiri maka kamipun berdiri dan jika kalian duduk maka kamipunduduk. Manusia hanya boleh berdiri karena Tuhan semesta alam.’

Umar bukanlah pemimpin yang ‘gila’ hormat, dia tidak membutuhkan penghormatan yang seperti itu. Bagaimana dengan pemimpin kaum muslim pada hari ini? Dimana sebagian mereka sangat tergila-gila dengan penghormatan manusia.

Umar juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat berhati-hati dalam kekuasaannya. Ia tidak mau memanfaatkan berbagai fasilitas kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya. Pernah suatu kali dia sangat menginginkan madu, tetapi istrinya tidak memiliki madu. Tidak lama kemudian istrinya membawakan madu kepadanya, maka diapun memakannya. Karena Umar sangat menyukai madu.

Umar bertanya kepada istrinya, darimana ia mendapatkan madu tersebut. Istrinya memberitahukan bahwa ia menyuruh pelayannya membeli madu seharga dua dinar dengan menggunakan bighal tukang pos. Umar kemudian berkata, ‘Aku mohon, kenapa kamu memberikannya kepadaku?’ Istrinya segera mengambil sebuah wadah berisi madu, lalu Umar menjualnya seharga lebih dari dua dinar.

Kemudian Umar mengembalikan sebagian uang istrinya yang digunakan untuk membeli madu dan sisanya dia masukkan ke Baitul Mal. Lalu dia berkata, “Kamu telah menggunakan kendaraan kaum muslimin untuk memenuhi keinginan Umar.” Bagaimana dengan sikap pemimpin kaum muslimin pada hari ini? Apakah mereka berhati-hati dengan amanah rakyat yang dititipkan kepadanya?

Sungguh banyak kisah penuh hikmah yang bisa diambil dari teladan Umar bin Abdul Aziz. Semoga Allah merahmati beliau dan menempatkannya di Surga yang tertinggi.

Referensi : Umar Bin Abdul Aziz, Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi (Pustaka Al Kautsar : 2010)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *