Umat Akhir Zaman Akan Belajar Ilmu Dari Orang-orang Rendahan

umat akhir zaman

Alomuslim.com Umat akhir ZamanPada tulisan kami yang terdahulu telah disampaikan bahwa pada akhir zaman ilmu agama akan diangkat hingga akhirnya akan hilang sama sekali dari mua bumi. Pada tulisan kali ini, kami juga ingin menyampaikan perihal yang masih memiliki kaitan dengan pertanda diangkatnya Ilmu, yakni perihal ilmu agama akan dipelajari dari orang-orang rendahan pada akhir zaman.

Dari Abu Umayyah Al Jumahi radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Diantara tanda-tanda hari Kiamat adalah ilmu akan dipelajari dari orang-orang rendahan.” (HR. Ibnu Mubarak dan Ath Thabrani)

[irp posts=”2981″ name=”Hilangnya Ilmu Agama Di Akhir Zaman”]

Hadits ini semakin memperkuat riwayat-riwayat lain yang menyebutkan tentang salah satu pertanda akhir zaman yakni diangkatnya ilmu. Ketika ilmu diangkat secara perlahan, dengan diwafatkannya para ulama, hal itu jelas menyebabkan umat Islam akan mengambil ilmu dari orang-orang yang mengaku dirinya sebagai ulama.

Kami sampaikan kembali salah satu hadits yang memiliki makna serupa dengan bahasan kali ini, yang semakin menekankan kebenaran mengenai peristiwa yang terjadi di akhir zaman. Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak mencabut ilmu sekaligus dari hamba-Nya, tetapi dengan diwafatkannya para ulama. Sehingga, tidak ada satu ulamapun yang tersisa. Pada saat itulah manusia mengangkat pemimpin dari mereka yang bodoh. Dan pada saat pimpinan yang bodoh tersebut ditanyai, maka para pemimpin tersebut memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga mereka tersesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari no. 100, Muslim no. 2673)

[irp posts=”2889″ name=”Diantara Tanda Kiamat Yang Sangat Jelas”]

Hadits ini menunjukkan bahwa manusia diakhir zaman akan bertanya perihal agama pada seseorang yang bodoh, bukan hanya kepada pemimpinnya saja tetapi juga kepada orang-orang yang mengaku sebagai ulama, sehingga manusia semua disesatkan oleh fatwa-fatwa yang keluar dari mulut mereka.

Harun Ar Rasyid rahimahullahu ta’ala seorang khalifah terbaik dinasti Abbasiyah pernah berkata kepada sang guru Imam Malik, ‘Janganlah engkau berguru kepada empat orang, adapun kepada selain mereka bergurulah kepadanya ;

  1. Jangan engkau berguru kepada orang yang memperturutkan hawa nafsunya, sebab dia akan mengajak orang lain memperturutkan hawa nafsunya.
  2. Jangan pula berguru kepada orang bodoh yang jelas menyatakan dirinya sebagai orang yang bodoh, meskipun dia itu adalah orang yang kaya dengan riwayat hadits.
  3. Janganlah engkau berguru kepada orang yang sering mendustakan pernyataan orang lain, meskipun engkau tidak menuduhnya sebagai orang yang bohong terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
  4. Terakhir, jangan pula engkau berguru kepada orang yang kelihatannya ahli ibadah dan shalih, sementara dirinya sendiri tidak tahu apa yang dikatakan oleh dirinya.” (Al Khathib, As Sunnah Qabla At Tadwin)

Perkataan Harun Ar Rasyid hampir-hampir terjadi pada masa sekarang ini. Dimana sebagian orang-orang mangambil ilmu dari empat macam orang yang disebutkan oleh beliau. Banyak orang-orang yang petantang-petenteng mencitrakan dirinya sebagai ulama, tetapi sebenarnya mereka kosong akan ilmu, entah karena kebodohan, kefasikan atau sebab yang lainnya. Sedangka disisi lain, banyak orang yang enggan untuk menimba ilmu dari para ulama besar yang memang mumpuni keilmuannya.

Pertanda ini mengindikasikan , bahwa kondisi manusia telah rusak dan disertai dengan pergeseran nilai dalam memandang ; apakah seseorang orang yang berilmu atau bukan? Ataukah ia hanya pura-pura berilmu? Dengan kata lain, parameter yang digunakan dalam menilai keilmuan seseorang telah mengalami banyak perubahan.

Demikian juga dengan kecenderungan orang-orang sekarang ini yang justru menjauh dari keilmuan yang murni. Mereka lebih suka dengan berbagai cerita yang menyentuh perasaan dan membuat tenggelam dalam khayal serta berbagai kisah tahayul dan dusta tentang ‘kesaktian’ yang dimiliki oleh seseorang yang dianggap alim.

Akhirnya orang-orang menyibukkan diri dengannya, melupakkan ilmu yang justru akan menyelematkan mereka dari kebodohan. Orang-orang yang mereka anggap sebagai ulama, mengajak mereka untuk memperturutkan hawa nafsunya, sehingga orang-orang menjadi fanatik pada apa yang diikutinya.

Ulama-ulama palsu itu selalu menyebarkan kebohongan demi kebohongan untuk menutupi kebodohannya. Dia menghasut orang-orang untuk membenci dan memerangi para ulama yang sebenarnya justru mengingatkan mereka kepada jalan kebenaran. Akhirnya orang-orang terjerat semakin kuat dalam kebohongan para ulama palsu itu.

Pada akhirnya satu ilmu akan benar-benar dipelajari dari mereka yang bukan ahlinya. Dan ini menunjukkan kebenaran sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengenai pertanda akhir zaman. Bukankah keruwetan ini merupakan salah satu akibat jika ilmu dipelajari dari orang-orang rendahan? Bukankah kondisi umat di negara kita hampir mendekati yang seperti itu?

Referensi : Ensiklopedi Akhir Zaman, Dr. Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh (Granada Mediatama : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *