Pemuda, Untuk Apa Engkau Membujang ?

untuk apa engkau membujang

Pemuda, Untuk Apa Engkau Membujang ? – Fenomena yang berkembang saat ini, dimana para pemuda lebih sibuk memikirkan masalah pendidikan, pekerjaan dan jenjang karir serta mengurusi hobi dan olahraga. Jika sebagian besar pemuda muslim,

mencari kesibukan untuk mengisi masa mudanya dan malah menghindari pernikahan karena berbagai alasan yang mereka buat-buat, ini sangat mengkhawatirkan bagi masa depan umat islam. Karena peradaban umat islam bergantung pada keberanian mereka untuk membangun rumah tangga dan memiliki keturunan.

Baca Juga : Urgensi Nikah Muda !!

Ada diantara sebagian pemuda yang berpikir bahwa dengan menikah akan mengekang kebebasan mereka, membatasi privasi dan kesenangan mereka. Karena dengan menikah akan menghabiskan waktu mereka untuk berpikir mengurusi istri, anak, mertua, saudara ipar bahkan sampai masalah memberikan nafkah.

Mereka adalah pemuda-pemuda penakut yang tidak berani untuk berkomitmen dalam sebuah ikatan dengan lawan jenis. Mereka adalah pemuda-pemuda yang lebih menikmati hubungan haram berpacaran karena tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk menikahi lawan jenis. Baginda Nabi  telah melarang umatnya untuk menunda-nunda pernikahan, sebagaimana sabda beliau kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu :

“Wahai Ali, ada tiga perkara yang tidak boleh engkau tunda-tunda, yaitu (1) shalat ketika telah masuk waktunya, (2) jenazah ketika telah siap (diurus) dan (3) bujangan ketika telah menemukan jodoh yang serasi.” (HR. Ahmad no. 828, at-Tirmidzi no. 171)

Sejatinya pernikahan akan menyelamatkan engkau, wahai pemuda. Ketika fitnah syahwat begitu kuat, dengan gairah muda yang sedang memuncak, itu akan mudah menjerumuskan dirimu ke dalam perbuatan zina. Sungguh buruklah apabila engkau memilih jalan tersebut atas hidupmu. Pernikahan akan menjaga kehormatan dan kesucian dirimu, menjauhkan dirimu dari terjatuh kedalam perbuatan zina, sebagaimana sabda Rasulullah :

“Pada kemaluan di antara kalian ada sedekahnya. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah diantara kita orang yang memenuhi syahwatnya mendapatkan pahala darinya?’ beliau bersabda, ‘Jikalau diletakkan pada tempat yang haram apakah kalian mendapatkan dosa?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Begitulah bila diletakkan pada tempat yang halal, maka kalian mendapatkan pahala’.” (HR. Muslim no. 1006, Ahmad no. 21365, 21374 dan Baihaqi 4/188)

Wahai pemuda, satu hal yang pasti, apabila engkau memutuskan untuk menikah dan mengakhiri masa bujangmu, engkau telah mengamalkan sunnah baginda Nabi , :

“Nikah termasuk sunnahku, barangsiapa tidak mengamalkan sunnahku bukan termasuk golonganku. Menikahlah karena aku bangga mempunyai umat yang banyak. Barangsiapa yang menemukan kecukupan hendaknya menikah. Dan barangsiapa yang tidak menemukan, hendaknya berpuasa karena berpuasa baginya adalah obat.” (HR. Ibnu Majah no. 1846, Baihaqi 7/78)

Wallahu ‘alam bishawab

Referensi : Romatika Kawin Muda, Zainal Abidin bin Syamsudin, Lc (Pustaka Imam Bonjol : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *