Wahai Suami, Jangan Biarkan Istrimu Bekerja Di Luar Rumah!
DASAR ISLAM, KELUARGA

Wahai Suami, Jangan Biarkan Istrimu Bekerja Di Luar Rumah!

Alomuslim.com – Beberapa waktu belakangan, di sebagian negeri muslim, termasuk negara kita juga, para wanita atau istri telah memainkan peran laki-laki untuk bekerja mencari rezeki dan menafkahi keluarga. Hal ini karena nilai-nilai yang ada di masyarakat kita sudah tidak lagi berlandaskan nilai-nilai Islami. Dalam syariat Islam, hukum asalnya wanita atau istri tidak dibolehkan bekerja di luar rumah untuk mencari rezeki terlebih untuk menafkahi keluarganya.

Pada dasarnya syariat Islam memiliki keadilan dan sifat yang saling melengkapi satu sama lain. Ketika satu hukum ditetapkan maka akan ada ketetapan pengganti selainnya yang setimpal atau lebih baik. Maka ketika Allah memerintahkan para wanita untuk berada di rumah dengan firman-Nya :

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu.” (QS. Al Ahzab : 33)

Ketetapan tersebut tidak hendak bermaksud untuk memutus rezeki para wanita karena harus selalu berada di rumah. Karena Allah telah menjadikan baginya, ada orang yang wajib menafkahi mereka, seperti ayah dan suami. Inilah keadilan dalam syariat Islam.

Pada hukum asalnya, wanita tidak dibolehkan bekerja di luar rumah kecuali karena suatu kebutuhan. Misalnya, wanita itu bekerja untuk menanggung dan menopang ekonomi keluarga setelah kematian suami, atau karena ayahnya yang telah tua renta sehingga tidak sanggup bekerja mencari rezeki.

Adapun dampak negatif ketika wanita atau seorang istri bekerja diluar rumah, diantaranya yaitu :

  • Timbulnya berbagai bentuk kemunkaran, seperti ikhtilath (bercampurnya antara wanita dan laki-laki yang bukan mahram), yang berakibat memunculkan pandangan yang diharamkan, saling bersentuhan bahkan tidak jarang berujung pada perzinaan.
  • Melalaikan sebagian hak suami dan kewajiban mengasuh serta mendidik anak-anaknya, bahkan juga terkadang meremehkan beberapa persoalan rumah.
  • Berkurangnya makna hakiki dari kepemimpinan laki-laki atau suami atas istri. Karena ketika seorang istri telah bisa menafkahi diri dan keluarganya, maka peran seorang suami tidak akan dibutuhkan lagi. Sehingga tidaklah bernilai keberadaan seorang suami di rumah tersebut.
  • Menambah beban fisik, tekanan jiwa dan menguras pikiran untuk mengejar rezeki yang jelas hal itu tidak sesuai dengan kodrat wanita.

Hendaknya seorang suami tidak membiarkan istrinya bekerja di luar rumah, untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangganya. Bagi para istri, agar sebaiknya menaati suami jika ia menghendaki untuk anda meninggalkan pekerjaan di luar rumah. Maka bertakwalah kepada Allah, untuk senantiasa menimbang setiap permasalahn dengan timbangan syar’i.

Referensi : 40 Nasihat Memperbaiki Rumah Tangga, Syaikh Dr. Muhammad bin Shalih al-Munajjid (Darul Haq : 2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *