Hal Yang Boleh Dilakukan Oleh Orang Yang Berihram

Yang boleh dilakukan oleh orang yang berihram

Alomuslim.com – Beberapa hal berikut telah dihindari oleh sebagian jamaah haji yang sedang berihram karena takut terjatuh kepada hal yang dilarang, padahal tidak ada larangan untuk melakukannya. Diantara beberapa perbuatan tersebut adalah :

13 Hal Yang Boleh Dilakukan Oleh Orang Yang Berihram

1. Mandi Karena Tidak Bermimpi Dan Mengganti Pakaian Ihram

Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu anhu suatu kali pernah ditanya oleh Abdullah bin Hunain, yang diutus oleh Ibnu Abbas Radhiallahu anhumma untuk menanyakan apakah Rasulullah  membasuh kepalanya saat beliau dalam keadaan ihram?

Maka Abu Ayyub meletakan tangannya di sebuah kain dengan mengibaskannya sampai nampak kepalanya, kemudian dia berkata kepada seseorang, ‘Tuangkanlah air.’ Maka dituangan air di kepalanya dan menggerak-gerakkan kepala dengan kedua tangannya ke depan dan ke belakang. Kemudian dia berkata, ‘Demikianlah aku menyaksikan Rasulullah melakukannya’.

Baca Juga : Macam-macam Ihram Dalam Ibadah Haji

Riwayat ini menunjukkan dibolehkannya mandi bagi orang yang sedang ihram, karena sebagian umat muslim khawatir apabila melakukannya rambut mereka akan rontok.

2. Meyisir Rambut

Nabi  pernah memerintahkan kepada ummul mukminin ‘Aisyah radhiallahu anha seraya berkata, ‘Lepaskanlah rambutmu dan sisirlah’. (HR. Bukhari no. 316, Muslim no. 1211) Hal ini dibolehkan apabila meyakini tidak ada rambut yang akan jatuh. Adapun jika tidak menyakininya, maka dalam hal ini terdapat perselisihan pendapat dan ijtihad. Namun, pendapat yang lebih kuat adalah ‘boleh’ karena tidak ada dalil yang melarangnya.

3. Menggaruk Kepala Dan Badan

Dari ummul mukminin ‘Aisyah radhiallahu anha, dia ditanya mengenai orang yang menggaruk badannya pada saat berihram. Dia menjawab, ‘Garuklah dan boleh secara keras’. (HR. Malik no. 803)

Imam An Nawawi berkata, “Adapun mengenai menggaruk kepala bagi orang yang sedang berihram, maka aku tidak menemukan perbedaan pendapat mengenai bolehnya melakukan hal tersebut, hanya saja sebagian ulama mengatakan, ‘Hendaklah melakukannya secara perlahan agar rambutnya tidak sampai rontok’.” (Al Majmu’ 7/263)

4. Berbekam, Meskipun Harus Mencukur Sebagian Rambut

Berdasarkan hadits Ibnu Buhainah radhiallahu anhu, dia berkata, ‘Nabi berbekam pada saat beliau berihram di Lahyi Jamal -sebuah tempat di jalan menuju Makkah- di tengah kepala beliau.” (HR. Bukhari no. 1836, Muslim no. 1203)

Apabila seorang jamaah haji berbekam di bagian kepala atau bagian lainnya, dan apabila dia harus mencukur rambut yang diperlukan untuk proses bekam, maka hal tersebut diperbolehkan.

5.Mencium Wangi-wangian

Mencium wangi-wangian karena dianggap perlu dan bukan dalam rangka untuk menikmatinya termasuk hal yang dibolehkan. Dari riwayat Ibnu Abbas radhiallahu anhu, dia berkata :

“Seorang yang berihram masuk ke kamar kecil, kemudian dia mencabut gigi gerahamnya, mencium wangi-wangian dan apabila kukunya patah maka hendaknya ia membuangnya.” Dan ia juga mengatakan, “Buanglah darimu segala sesuatu yang mengganggu, sesungguhnya Allah tidak membuat sesuatu dengan gangguan kalian.” (HR. Al Baihaqi 5/62-63)

6. Menjuntaikan Kain Kerudung Dari Bagian Kepala Hingga Wajah Bagi Perempuan

Pada saat ihram wanita dilarang mengenakan niqab (cadar) dan semua yang sejenis dengannya. Namun wanita diperbolehkan menjuntaikan kerudungnya dari atas kepala hingga ke wajahnya ketika ada lelaki asing yang melewatinya. Hal ini berdasarkan hadits dari ummul mukminin ‘Aisyah radhiallahu anha, ia berkata :

“Sekelompok orang lewat di depan kami pada saat kami sedang ihram bersama Rasulullah . Apabila mereka mendekat, maka setiap orang dari kami menjuntaikan kain jilbab dari atas kepala hingga wajah. Apabila mereka telah pergi, maka kami membuka kembali wajah kami.” (HR. Ahmad 6/30, Abu Dawud no. 1833)

7. Wanita Dibolehkan Mengenakan Model Pakaian Dan Warna Apa Saja

Dari Asma’ binti Abu Bakar, “Dia mengenakan pakaian yang dicelup dengan warna kuning dan sangat tajam, sedang dia dalam keadaan berihram, tetapi pakaian tersebut tidak terkena za’faran.” (HR. Malik no. 719, Syafi’i dalam Al Umm 2/126)

Dari riwayat Atha’ –mengenai kisah thawafnya ‘Aisyah bersama kaum lelaki- “..aku melihatnya mengenakan pakaian bercorak bunga-bunga.” (HR. Bukhari no. 1618 dan Abdurrazaq 5/67)

Dengan demikian pakaian ihram bagi wanita tidak hanya terbatas pada yang berwarna putih saja sebagaimana yang banyak diyakini oleh sebagian kalangan.

8. Wanita Boleh Mengenakan Celana Dan Khuff

Wanita diperbolehkkan mengenakan sejenis celana atau yang lainnya, dan boleh mengenakan pakaian berjahit yang tidak diperbolehkan bagi lelaki. Wanita juga boleh memakai khuff (sepatu kulit) dan tidak diharuskan memotong bagian yang menutupi mata kaki. Dari riwayat Ibnu Umar radhiallahu anhu, dia berkata, ‘Wanita yang berihram boleh mengenakan khuff dan celana.’ (HR. Ibnu Abi Syaibah 4/92)

9. Wanita Boleh Mengenakan Perhiasan

Dari riwayat Shafiyah binti Syaibah, bahwa seorang wanita mendatangi ummul mukminin ‘Aisyah radhiallahu anha dan berkata, ‘Wahai Ummul Mukminin, sesungguhnya anak perumpuanku fulanah pernah bersumpah untuk tidak mengenakan perhiasannya selama musim haji (dalam sebuah riwayat : saat berihram).’ Maka ‘Aisyah berkata, ‘Katakanlah kepadanya bahwa ummul mukminin bersumpah kepadamu bahwa dia tidak akan memakai perhiasanmu semuanya.” (HR. Asy-Syafi’i, Al Baihaqi 5/52 dan Ibnu Abi Syaibah 1/4/319)

Sementara dari riwayat Anas, bahwa istri-istri Ibnu Umar dan anak-anak perempuannya memakai perhiasan pada saat berihram. (HR. Ibnu Abi Syaibah 1/4/320)

10. Memakai Celak Mata Karena Suatu Kebutuhan

Seorang yang berihram boleh memakai celak mata apabila merasakan sakit pada matanya. Dari riwayat Syumaisah, dia berkata, “Aku menderita sakit pada mataku saat aku berihram, kemudian aku menanyakan kepada ummul mukminin ‘Aisyah, maka dia berkata, ‘Gunakanlah celak mata apa saja yang engkau kehendaki selain ismid (salah satu nama jenis celak mata),

karena ia tidak termasuk sesuatu yang diharamkan, melainkan perhiasan yang kita hukumi makruh.’ Dia pun (‘Aisyah) berkata lagi, ‘Jika mau, kamu bisa memakai shabir (perasan yang dipakai dari pohon pahit, biasanya digunakan untuk obat), namun aku enggan memakainya’.” (HR. AL Baihaqi 5/63)

Baca Juga : Kewajiban Ketika Ihram Dalam Ibadah Haji

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhu, dia berkata, ‘Seorang yang berihram boleh menggunakan celak mata apa saja sesuka hatinya selama tidak mengandung wangi-wangian.” (HR. Ibnu Abi Syaibah 1/4/442)

11. Berteduh Dibawah Pohon, Menggunakan Payung Atau Dalam Kendaraan

Tidak ada larangan dalam hal ini, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ummu Hushain radhiallahu anha, dia berkata, “Aku melakukan haji bersama Rasulullah , yaitu pada haji wada’ (perpisahan), kemudian aku melihat Usamah dan Bilal, dan salah satu dari keduanya mengambil tali kendali hewan tunggangannya, kemudian yang satunya lagi mengangkat bajunya untuk berteduh dari terik matahari hingga melempar jumrah Aqabah.” (HR. Muslim no. 1298, Abu Dawud no. 1834, Ahmad no. 25998 dan Al Baihaqi 5/69)

12. Mengencangkan Ikat Pinggang Pada Pakaian Ihram

Mengencangkan ikat pinggang pada pakaian ihram, termasuk juga memakai cincin, jam tangan dan kacamata, semua itu diperbolehkan karena tidak ada larangan mengenai hal tersebut. Ummul mukminin ‘Aisyah pernah ditanya mengenai ikat pinggang bagi orang yang sedang berihram, maka ‘Aisyah radhiallahu anha menjawab, ‘Tidak apa-apa, hendaknya ia mendapatkannya dari hartanya sendiri.’

13. Membunuh Binatang Yang Menyakiti

Rasulullah  telah menganjurkan lima jenis binatang untuk dibunuh dalam keadaan halal (tidak berihram) dan saat berihram. Dari riwayat ‘Aisyah radhiallahu anha, bahwa Nabi  pernah bersabda, :

“Lima (jenis) binatang yang (fasiq) dianjurkan untuk dalam kondisi halal (tidak ihram) dan ihram ; gagak, burung elang, kalajengking, tikus dan anjing buas.” (HR. Bukhari no. 1829, Muslim no. 1198)

Wallahu Ta’ala ‘Alam Bishawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *